Loading...
Gubernur BI Mengundurkan Diri? Bagi Saya, Hidup Tetap Berjalan
27/07/2026 Admin Yayasan Bagikan:


Oleh: Ahmad Chuvav Ibriy 


Pagi ini ramai diberitakan bahwa Gubernur Bank Indonesia mengundurkan diri. Seperti biasa, media, pengamat, dan para pelaku pasar langsung bereaksi. Sebagian khawatir, sebagian berspekulasi, dan sebagian lagi sibuk menebak-nebak apa yang akan terjadi setelahnya.

Namun terus terang, bagi saya pribadi, berita ini tidak terlalu mengubah apa pun.

Bukan karena saya menganggap jabatan Gubernur Bank Indonesia tidak penting. Sebaliknya, saya memahami bahwa Bank Indonesia memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas ekonomi, mengendalikan inflasi, mengatur kebijakan moneter, dan menjaga nilai tukar rupiah. Semua itu penting bagi negara.

Tetapi ada perbedaan antara sesuatu yang penting bagi negara dan sesuatu yang langsung berpengaruh pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pagi ini saya tetap bangun seperti biasa. Orang-orang tetap berangkat bekerja. Pedagang tetap membuka lapak. Petani tetap ke sawah. Sopir tetap menarik penumpang. Anak-anak tetap berangkat ke sekolah. Warung kopi tetap melayani pelanggan.

Tidak ada yang berubah secara langsung hanya karena seorang pejabat tinggi mengundurkan diri.

Sering kali kita hidup dalam arus informasi yang membuat setiap peristiwa besar seolah-olah harus menjadi sumber kegelisahan. Padahal tidak semua berita besar harus direspons dengan kepanikan. Tidak semua pergantian pejabat harus membuat masyarakat kehilangan ketenangan.

Yang lebih penting adalah melihat dampak nyatanya.

Apakah harga beras melonjak? Apakah kebutuhan pokok menjadi sulit diperoleh? Apakah lapangan pekerjaan semakin sempit? Apakah biaya hidup menjadi semakin berat?

Jika hal-hal tersebut belum terjadi, saya memilih untuk tetap tenang dan menjalani aktivitas seperti biasa.

Tentu saja, pasar keuangan mungkin memiliki alasan untuk mencermati perkembangan ini. Investor, perbankan, dan pelaku usaha besar pasti akan memperhatikan siapa pengganti yang akan ditunjuk dan bagaimana arah kebijakan Bank Indonesia ke depan. Itu bagian dari dinamika ekonomi yang memang perlu diperhatikan.

Namun bagi masyarakat biasa, kehidupan tidak boleh bergantung pada setiap berita yang muncul di layar ponsel.

Kita sering lupa bahwa kekuatan terbesar masyarakat justru terletak pada kemampuan untuk tetap bekerja, tetap produktif, tetap menjaga keluarga, dan tetap berpikir jernih di tengah berbagai perubahan politik maupun ekonomi.

Karena itu, ketika mendengar kabar pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia, reaksi saya sederhana saja: saya mencatatnya sebagai informasi penting, tetapi tidak menjadikannya sumber kecemasan.

Kalau nanti ada dampak nyata terhadap ekonomi, kita akan melihat dan menilainya secara objektif. Kalau tidak ada perubahan berarti, maka hidup akan terus berjalan sebagaimana mestinya.

Pada akhirnya, pergantian pejabat adalah bagian dari dinamika negara. Sementara kehidupan rakyat sehari-hari adalah kenyataan yang terus berlangsung.

Dan bagi saya, kenyataan itu jauh lebih penting daripada kegaduhan sesaat yang sering mengiringi sebuah berita besar.

Wallāhu al-Musta'ān 


Gresik, 27 Juli 2026